in

Mengenal Hidroponik Tanpa Greenhouse, Resiko dan Keunggulannya

hidroponik tanpa greenhouse
Hidroponik telah menjadi salah satu metode menanam yang sangat efektif dan digandrungi oleh banyak orang
Spread the love

Hidroponik telah menjadi salah satu metode menanam yang sangat efektif dan digandrungi oleh banyak orang. Saat ini, metode tanam sangatlah beragam, sehingga dalam menanam tanaman tak melulu menggunakan media tanam tanah. Hidroponik sendiri telah dikenal selama bertahun-tahun, namun popularitasnya kembali meningkat seiring dengan tren ventrikultur di perumahan. Ya, menanam sayuran dan tumbuhan lain di depan rumah memang telah menjadi tren. Selain sangat mudah dilakukan dan produktif untuk asupan gizi keluarga, bercocok tanam pun memberikan Anda keuntungan, yakni melepas stres karena dapat berinteraksi dengan alam. Nah, jika selama ini hidroponik sering dilakukan dalam greenhouse atau rumah kaca, apa jadinya jika hidroponik tidak dilakukan dengan metode hidrponik?

Keuntungan serta Resiko Metode Hidroponik Tanpa Atap
Ketika membahas mengenai keuntungan dari metode hidroponik tanpa atap, hal pertama yang terlintas di benak Anda tentunya mengenai metode ini adalah harganya yang murah. Ya, hidroponik tanpa atap memang membuat Anda mengeluarkan uang lebih sedikit. Konstruksi pembangunan greenhouse sendiri memakan dana yang tak sedikit. Selain itu, bagi Anda yang memiliki lahan yang terbatas, Anda pun tidak akan menemukan lahan yang cukup untuk membangun greenhouse tersebut. Nah, untuk menyiasatinya, ada banyak pihak yang menggunakan plastik UV sebagai atapnya. Lalu, bagaimana dengan bentuk hidroponik yang dilakukan di luar negeri? Banyak yang mengaplikasikan sistem hidroponik tanpa menggunakan greenhouse atau pun atap, namun tanaman tetap tumbuh dengan baik.

Ketika Anda mempertimbangkan membuat lahan hidroponik tanpa greenhouse, Anda juga akan menghadapi beberapa resiko. Salah satunya adalah adanya intensitas cahaya yang terlalu tinggi. Tanaman yang terpapar sinar matahari di lahan tanpa peneduh tersebut beresiko untuk mengalami kerusakan hormon. Hal ini juga akan memengaruhi rasa tanaman. Contohnya saja lettuce yang memiliki citarasa yang lebih pahit dibandingkan dengan lettuce yang normal. Rasa pahit tersebut berasal dari kandungan zat alkaloid yang terkandung dalam tanaman. Warna tanaman pun dapat berubah menjadi lebih tua dibandingkan tanaman yang normal jika tanaman ditanam dengan sistem hidroponik tanpa atap.

Baca juga   Yuk, Lihat Analisa Usaha Hidroponik Rumahan sebelum Memulai Usaha

Tak hanya masalah tekstur, warna dan rasa tanaman hasil hidroponik tanpa atap ditolak oleh banyak konsumen, namun kehadiran hama pun dapat sangat mengganggu. Dengan tiadanya peneduh, air hujan yang turun akan mengakibatkan banyak penyakit. Tak hanya itu, penanganan dan penanggulangan hama pun disarankan untuk dilakukan dengan cara yang lebih intensif. Masih mengenai adanya air hujan yang langsung mengenai tanaman, sistem irigasi yang ada saat hujan pun membuat tanaman terpapar air hujan lebih lama secara langsung. Jadi, ketika dipertanyakan apakah hidroponik lebih baik dilakukan dengan menggunakan greenhouse atau tidak, semua tentu harus dikembalikan kepada Anda yang akan menjalankan budidaya ini.

Written by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hidroponik sederhana

Cara Bertanam Hidroponik Sayuran yang Produktif

budidaya tomat hidroponik

Cara-cara Menanam Tomat Hidroponik di Rumah